Candi Sambisari

Lokasi Candi Sambisari

Candi Sambisari merupakan situs bangunan bersejarah suci agama Hindu Siwa. Candi ini  terletak tidak jauh dari pusat Kota Yogyakarta, hanya dengan menempuh jarak sekitar 15 km ke arah timur laut kita dapat menjumpai Candi yang berada di daerah Kalasan ini.

Candi Sambisari

Bangunan candi ini berdiri tidak jauh dari kompleks kawasan Candi Prambanan, hanya berjarak sekitar 4 km sebelum kompleks Candi Prambanan jika ditempuh dari kota Yogyakarta. Secara administratif bangunan Candi Sambisari ini terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejarah Candi Sambisari

Candi Sambisari dibangun pada masa Pemerintahan Mataram Kuno. Bangunan candi ini dibangun oleh seorang raja Mataram Hindu dari Wangsa Syailendra, Raja Rakai Garung pada awal abad ke IX. Seperti agama yang dianut oleh Rakai Garung, bangunan candi ini merupakan candi Hindu yang beraliran Siwa.

Candi Sambisari Yogyakarta

Situs Candi Sambisari pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1966 di Desa Sambisari oleh seorang petani yang sedang melakukan aktivitas di lahan sawah miliknya. Petani tersebut sedang mencangkul sawahnya dan merasakan adanya benda keras yang mengenai cangkul miliknya, dia pun terus menggali sawahnya untuk menemukan benda keras tersebut dan ternyata benda keras tersebut merupakan sebuah batu andesit yang memiliki relief seperti layaknya yang terdapat pada bangunan candi-candi di daerah Yogyakarta.

Laporan mengenai ditemukannya batuan candi ini pun ditindak lanjuti oleh pihak Balai Arkeologi Yogyakarta. Kemudian, dilakukan penggalian dan penelitian seperlunya dan pada tahun 1966 pula ditetapkan bahwa lahan persawahan tersebut terdapat reruntuhan  candi yang terpendam.

Candi tersebut tertimbun oleh material pasir dan batu akibat letusan Gunung Merapi pada tahun 1006. Pada saat dilakukan penggalian ditemukan pula beberapa benda lain yang bernilai sejarah, seperti beberapa tembikar, cermin logam, perhiasan-perhiasan dan prasasti.

Sejarah Candi Sambisari

Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya pada tahun 1986 dilakukan pemugaran yang dilakukan oleh Dinas Purbakala. Usaha pemugaran candi ini berlangsung sampai pada tahun 1987. Nama yang diberikan pada bangunan candi ini pun disesuaikan dengan nama Desa ditemukannya situs ini.

Pada saat ini, bangunan Candi Sambisari letaknya lebih rendah dari permukaan tanah sekitarnya. Jaraknya sekitar 6,5 meter di bawah permukaan tanah sekitarnya. Hal ini mengakibatkan bangunan candi ini tidak terlihat jika dari jarak yang cukup jauh.

Terkuak dugaan bahwa dahulu kala tinggi permukaan sekitar bangunan candi ini tidak lah setinggi pada saat ini, akan tetapi dahsyatnya letusan Gunung Merapi pada tahun 1006 mengakibatkan daerah ini tertimbun material vulkanik seperti yang terjadi pada bangunan Candi Sambisari.

Kini, meskipun kompleks bangunan candi ini terletak lebih rendah dari tanah di sekitarnya, kawasan situs in terlihat indah karena sudah ditata dengan terencana dan terlihat seperti sebuah lapangan berbentuk persegi dengan tangga pada masing-masing sisinya.

Gambaran Candi Sambisari

Kompleks bangunan Candi Sambisari dikelilingi oleh dua lapis pagar batu. Pagar luar merupakan pagar batu yang rendah dan mengelilingi halaman luar yang luasnya 50 x 48 meter persegi. Dan pagar batu yang mengelilingi halaman dalam kompleks candi ini memiliki ketinggian sekitar 2 meter dan tebal pagar sekitar 50 cm.

Candi Sambisari Jogja

Pada keempat sisi pagar dalam ini terdapat  pintu masuk ke halaman yang tidak terbingkai dengan gapura ataupun hiasan lainnya. Kompleks bangunan Candi Sambisari terdiri dari sebuah bangunan candi utama dan terdapat tiga buah candi yang lebih kecil yang biasa disebut dengan candi perwara.

Candi utama pada komplek Candi Sambisari ini memiliki kondisi bangunan yang relatif masih utuh. Bangunan candi utama berdiri di atas batur berbentuk bujur sangkar seluas 13,65 meter persegi. Batur tersebut memiliki ketinggian sekitar 2 meter. Sedangkan, bangunan candi utama ini sendiri memiliki ketinggian sekitar 7,5 meter. Sehingga, dapat disimpulkan jika dari tanah sekelilingnya ketinggian candi utama berkisar 9,5 meter persegi.

Tubuh candi utama Candi Sambisari memiliki denah bujur sangkar sekitar seluas 5 meter persegi. Terdapat selasar pada masing-masing sisi dinding candi yang luasnya merupakan selisih dari luas batur dan luas bangunan candi.

Selasar pada candi utama dilengkapi dengan langkan yang berketinggian sekitar 1,2 meter. Langkan tersebut terkesan sangat tinggi dibandingkan dengan tinggi bangunan candi utama, sehingga menyebabkan tubuh candi tidak terlihat dari luar. Bahkan terkesan hanya atapnya saja yang menyembul ke atas dan memberi kesan tambun pada bagian tubuh candi.

Ganesha Candi Sambisari

Pada dinding-dinding sisi luar dari bangunan candi utama ini terdapat relung-relung yang di dalamnya terdapat arca-arca dewa. Pada dinding luar sisi utara terdapat relung yang berisi arca Durga Mahisasuramardini, dinding sisi timur terdapat relung yang berisi arca Ganesha, dinding sisi selatan terdapat relung yang berisi arca Agastya, dan pada sisi barat tampak ada dua buah arca Mahakala dan Nandiswara yang dipercaya sebagai dewa penjaga pintu.

Ruangan candi memiliki ukuran luas sekitar 4,8 meter persegi. Di dalam ruangan tubuh candi utama sendiri terdapat lingga dan yoni yang berukuran cukup besar. Lingga di dalam ruangan tubuh candi ini terbuat dari bahan batu berwarna putih, sedangkan yoni yang berada di tengah lingga terbuat dari batu berwarna hitam yang mengkilap dan memiliki tekstur yang sangat keras. Pada sepanjang tepi lingga tampak ada alur yang diduga sebagai penampung air persembahan yang dialirkan pada cucuran yang berhiaskan kepala ular.

Gambar Candi Sambisari

Bagian kaki dari bangunan utama candi Sambisari ini terkesan sederhana dan polos karena tidak memiliki hiasan apapun. Hanya saja pada bagian luar dinding langkan candi terdapat hiasan seretan pahatan dengan motif bunga dan sulur-suluran yang sangat halus, namun tetap terkesan sederhana.

Untuk menuju ke selasar Candi Utama terdapat tangga di sisi barat bangunan. Tangga ini memiliki pipi tangga yang berhiaskan pahatan sepasang kepala naga dengan mulut yang terbuka lebar. Pada masing-masing kepala naga terdapat batu pada bagian bawahnya yang berupa Gana pada posisi jongkok dengan kedua tangan diangkat ke atas.

Seolah-olah Gana tersebut berfungsi sebagai penyangga kepala naga. Gana sendiri merupakan makhluk kecil pengiring Siwa. Gana juga memiliki sebutan lain, yaitu Siwaduta. Pahatan Gana seperti ini juga terdapat pada pintu masuk candi-candi besar di kompleks Candi Prambanan Yogyakarta.

Pada ujung puncak tangga terdapat gapura paduraksa yang berbingkai hiasan relief motif kertas tempel. Yang mana pada kaki bingkai terdapat pula hiasan pahatan kepala naga yang sedang mengdap keluar dengan mulut yang terbuka.

Lokasi Candi Sambisari

Pada pintu masuk candi juga memiliki hiasan yang sama dengan gapura paduraksa, namun terdapat sedikit perbedaan. Perbedaan tersebut adalah adanya relief Kalamakara tanpa rahang bawah pada ambang pintu tubuh candi utama.

Kompleks candi Sambisari memiliki tiga buah bangunan candi perwara yang semuanya menghadap ke arah timur atau menghadap ke arah bangunan candi utama. Namun, sayang sekali karena pada saat ini ketiga candi perwara tersebut sudah tidak dapat dilihat lagi keindahannya. Hanya batur dari bagian candi perwara saja yang sekarang masih dapat dilihat. Masing-masing candi perwara tersebut memiliki denah dasar berbentuk bujur sangkar dengan luas sekitar 4,8 meter persegi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *