Candi Muara Takus

Lokasi Candi Muara Takus

Candi Muara Takus berada di desa Muara Takus, Kecamatan Tiga belas Koto, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kurang lebih berjarak 130 kilometer dari ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru.

Candi Muara Takus

Untuk dapat menuju ke komplek Candi ini dapat dilakukan dengan melalui jalur darat. Candi Muara takus terletak di antara Sungai kampar Kanan dan Sungai Kampar Kiri.

Sejarah Candi Muara Takus

Komplek Candi Muara takus merupakan satu-satunya bangunan candi yang bernilai sejarah di Propinsi Riau. Candi Muara Takus menyimpan jejak peradaban hasil pengaruh Budha Pada abad 11 dan 14 Masehi. Bangunan candi ini menjadi bukti perkembangan agama budha di kawasan ini.

Bangunan stupa yang menjadi lambang Budhha Gautama menjadi indikator bahwa candi ini merupakan candi buddha. Namun, adapula ahli yang berpendapat bahwa bentuk candi ini merupakan campuran dari candi Budha dan Siwa.

Hal ini didasarkan pada bentuk yang dimiliki Stupa Mahligai yang memiliki bentuk serupa lingga (kelamin laki-laki) dan yoni (kelamin perempuan).Hal ini juga diperkuat dengan fakta bahwa arsitektur candi yang memiliki kemiripan dengan candi-candi yang berada di Myanmar.

Sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti pada kisaran tahun berapa situs Candi Muara Takus ini didirikan. Beberapa ada yang berpendapat pada abad keempat, namun ada juga yang berpendapat lain seperti pada abad ketujuh, abad kesembilan, dan ada pula yang memperkirakan situs ini dibangun pada abad kesebelas.

Foto Candi Muara Takus

Meskipun demikian, anggapan yang paling kuat menyatakan bahwa komplek Candi Muara Takus ini telah ada pada Zaman keemasan Kerajaan Sriwijaya. Hal ini menimbulkan anggapan oleh beberapa sejarahwan bahwa kawasan candi ini menjadi salah satu pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya.

Material bahan pembangunan komplek Candi Muara Takus terdiri dari batu bata, batu sungai, batu pasir dan tanah liat. Tanah liat yang digunakan dalam pembangunan candi diambil dari sebuah desa yang terletak sekitar 6 kilometer dari hilir komplek Candi Muara takus.

Desa tersebut bernama Desa Pongkai. Penamaan Desa Pongkai sendiri diduga berasal dari bahasa Tionghoa, yaitu dari kata “Pong” dan “Kai”. Pong sendiri memiliki arti lubang dan Kai berarti tanah, sehingga Pongkai dapat diartikan sebagai “lubang tanah”. Lubang tanah yang dimaksudkan adalah akibat yang ditimbulkan dari penggalian dalam pembangunan Candi Muara Takus ini.

Pada saat ini bekas galian lubang tersebut telah tergenang air waduk PLTA Koto Panjang. Namun, sumber lain mengatakan bahwa kata “pongkai” mirip dengan kata “pangkali” yang dalam bahasa siam berarti sungai. Karena kawasan situs Candi Muara Takus ini memang letaknya berada pada tepian sungai.

Gambaran Candi Muara Takus

Komplek Candi Muara Takus berada di atas tanah berundak tiga dengan beberapa bangunan candi pada setiap terasnya. Pada teras tertinggi terdapat dua buah candi untuk pemujaan Dewa Wisnu dan Dewi Sri sebagai lambang kesuburan. Masing-masing candi ini mempunyai ukuran kira-kira 8 x 8 meter persegi dan tingginya 9 meter.

Komplek candi ini berpagar tembok batu putih dengan ukuran 74 x 74 meter persegi dengan gerbang di bagian utara. Tinggi pagar tembok ini kurang lebih 80 cm. Di dalamnya terdapat empat bangunan, yaitu stupa-stupa: Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa, dan sebuah teras Candi Palangka.

Terdapat pula tembok yang mengelilingi pagar tembok batu putih komplek candi tersebut seluas 1,5 x 1,5 kilometer persegi hingga sampai ke bibir sungai Kampar Kanan.

Candi Tua

Dalam lingkungan Candi Muara Takus, Candi Tua merupakan bangunan yang paling besar jika dibanding dengan bangunan lainnya. Memiliki tiga bagian bangunan, yaitu kaki candi, badan candi, dan atap candi.Pada bagian kaki candi terbagi menjadi dua bagian. Kaki pertama memiliki tinggi 2,37 meter dan kaki kedua berketinggian 1,98 meter.

Gambar Candi Muara Takus

Candi Tua yang disebut juga sebagai Candi Sulung memiliki dua tangga masuk, yaitu di sisi barat dan sisi timur candi yang masing-masing memiliki lebar 3,08 meter dan 4 meter. Pada kedua buah tangga candi tersebut terdapat Arca Singa.

Candi ini memiliki dasar yang berbentuk lingkaran dengan diameter 7 meter dan tinggi 2,50 meter. Sedangkan, pondasi Candi Tua ini berukuran 31,65 x 20,20 meter persegi dan memiliki 36 sisi yang mengelilingi bagian dasarnya. Di dalam badan candi tidak terdapat ruang kosong sedikitpun dan bagian atapnya berbentuk lingkaran.

Candi ini tersusun dari bata dan batu pasir. Dalam pembuatan candi ini komponen pasir hanya dipergunakan sebagai tambahan dalam pembuatan sudut-sudut bangunan, pilaster-pilaster, dan pelipit-pelipit pembatas. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 1983, diperkirakan candi ini dahulu melalui dua tahap pembangunan. Anggapan ini dilatarbelakangi dengan adanya profil bangunan yang tertutupi oleh dinding lain dengan profil yang berbeda.

Candi Bungsu

Candi ini memiliki bentuk yang tidak jauh berbeda dengan Candi Tua, perbedaannya hanya terdapat pada atapnya yang berbentuk segiempat. Candi ini berukuran 13,20 x 16,20 meter persegi, terletak di sebelah barat Stupa Mahligai.

Di sebelah timur candi ini juga terdapat beberapa stupa berukuran kecil dan sebuah tangga dari material batu putih. Candi ini memiliki 20 buah sisi pada pondasinya sedangkan atasnya berbentuk bidang dan terdapat teratai di atasnya.

Candi Tua - Candi Muara Takus

Separuh bangunan Candi Bungsu bagian utara terbuat dari batu pasir dan separuhnya lagi pada bagain selatan terbuat dari bata. Kedua bagian ini memiliki batas dengan mengikuti bentuk profil bangunan tersebut yang terbuat dari batu pasir.

Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Yzerman ditemukan sebuah lubang pada pinggiran padmasana stupa dan didalamnya ditemukan tanah dan abu. Selanjutnya, juga ditemukan tiga keping potongan emas di dalam tanah tersebut.

Selain itu, keping potongan emas juga ditemukan pada dasar lubang. Kepingan emas ini terdapat goresan yang nampak seperti gambar-gambar tricula dan tiga huruf Nagari. Pada penelitian ini juga ditemukan sebongkah batu berbentuk persegi yang pada sisi bawahnya nampak goresan gambar tricula dan sembilan buah huruf Nagari.

Mahligai Stupa

Diantara semua bangunan yang terdapat di dalam komplek Candi Muara Takus, hanya Stupa Mahligai yang dianggap menjadi bangunan yang bentuknya paling utuh. Stupa Mahligai ini memiliki tiga bagian, yaitu kaki, badan dan atap.

Candi Muara Takus Riau

Di dalam bagian kaki terdapat profil kaki bangunan lama, hal ini menunjukkan Stupa Mahligai ini mengalami dua tahap pembangunan. Pondasi Stupa ini berbentuk persegi panjang yang berukuran 9.44 x 10,6 meter persegi. Pondasinya juga memiliki sisi yang berjumlah 28 buah. Pintu masuk stupa ini berada di sebelah selatan.

Ornamen lotus ganda menghiasi bagian alas Stupa Mahligai dan pada bagian tengahnya berdiri sebuah menara berbentuk silinder yang memiliki 36 buah sisi, dengan dasar yang berbentuk kelopak bunga. Namun atap bangunan ini berbentuk lingkaran.

Dahulu puncak menara ini terdapat batu dengan lukisan berbentuk daun oval dan hiasan relief-relief di sekelilingnya. Snitger mengungkapkan bahwa dahulu terdapat empat buah singa dengan posisi duduk terbuat dari batu andesit pada keempat sudut pondasinya.

Candi Palangka

Pada sebelah timur Stupa Mahligai terdapat sebuah bangunan candi dengan ukuran 5,10 x 5,70 meter persegi dan tingginya dua meter, yaitu Candi Palangka. Candi yang diduga sebagai altar ini terbuat dari material batu bata. Pintu masuk candi ini berada di sebelah utara.

Sejarah Candi Muara Takus

Disamping keempat bangunan candi dan stupa yang dijelaskan di atas, di dalam komplek Candi Muara Takus ini juga masih terdapat sebuah gundukan tanah yang memiliki dua lubang. Gundukan tanah ini terletak tepat di depan gerbang Candi Tua.

Diperkirakan gundukan ini pada dahulu kala digunakan sebagai tempat pembakaran Jenazah. Lubang pertama digunakan untuk memasukan jenazah yang akan dibakar dan lubang satunya lagi digunakan sebagai tempat keluar abu jenazah yang dibakar.

Di dalam gundukan tanah ini ditemukan batu-batu kerikil yagn diduga berasal dari sungai Kampar. Di beberapa tempat di luar komplek Candi Muara Takus juga ditemukan beberapa bangunan bersejarah yang diperkirakan masih memiliki hubungan erat dengan situs Candi Muara Takus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *