Candi Arjuna

Lokasi Candi Arjuna

Candi Arjuna merupakan kompleks bangunan candi Hindu yang berada di dalam kompleks Candi Dieng di daerah Jawa Tengah. Secara administratif bangunan bersejarah ini terletak di Desa Dieng Kulon, kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Candi Arjuna

Kompleks candi ini merupakan kompleks candi yang terluas diantara candi-candi lainnya di kawasan kompleks Candi Dieng dengan menempati lahan seluas 1 hektar.

Di dalam kompleks situs candi ini berdiri 5 buah bangunan candi bersejarah, yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembrada dan Candi Semar.

Sejarah Candi Arjuna

Seperti yang dialami oleh bangunan candi-candi lain di  kompleks percandian Dieng, yang mana kompleks candi ini dahulu juga telah terendam air telaga selama beratus-ratus tahun lamanya.

Sampai kemudian, pada tahun 1814 Masehi seorang tentara Inggris, Theodorf Van Elf yang sedang berlibur melihat bangunan-bangunan bersejarah tersebut dan melaporkan kondisi bangunan yang terendam itu.

Setelah 40 tahun berlangsung barulah pengeringan telaga dilakukan yang dipimpin oleh Van Kinsbergen demi menyelamatkan situs yang bernilai sejarah ini. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pembersihan candi sampai tahun 1864 dan setelah selesai dilakukan pula pencatatan dan pemotretan oleh Van Kinsbergen.

Sejarah Candi Arjuna

Kelima bangunan candi di kompleks ini merupakan kompleks bangunan candi yang masih utuh dibanding dengan bangunan candi lainnya di kompleks Candi Dieng. Lokasi kompleks candi-candi ini ada pada bagian tengah Kompleks Candi Dieng.

Candi-candi ini berdiri berjajar dari arah selatan sampai utara, dimulai dari Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Sembrada, dan paling utara Candi Puntadewa.

Keempat bangunan candi tersebut menghadap ke arah barat dan masih ada sebuah bangunan candi lain yang menghadap ke timur, yaitu Candi Semar. Posisi bangunan candi Semar berada tepat di depan Candi Arjuna, karena Candi Semar merupakan Candi perwara dari Candi Arjuna.

Mengenai penamaan Candi di kompleks situs candi ini, diberikan oleh masyarakat yang diambil dari tokoh pewayangan Mahabarata seperti nama yang diberikan pada bangunan candi-candi di kompleks Candi Dieng lainnya.

Sejak tahun 2010 kompleks Candi Arjuna di dataran Dieng ini telah dioptimalkan fungsinya. Di dalam kompleks candi ini setiap tahunnya diselenggarakan Dieng Culture Festival (DFC), yaitu sebuah pengembangan wisata melalui acara budaya yang dipelopori oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara dan Pokdawis (Kelompok Sadar Wisata).

Gambaran Bangunan Candi Arjuna

Kompleks candi ini terdiri dari empat bangunan candi utama yang dahulu berfungsi sebagai tempat sembahyang dan sebuah bangunan candi pendamping. Keempat candi utama tersebut berjajar dari sisi utara sampai sisi selatan, yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembrada.

Sementara sebuah candi pendamping yang terletak di sebelah barat Candi Arjuna diberi nama Candi Semar. Candi Semar merupakan candi perwara bagi Candi Arjuna, sehingga letaknya pun saling berhadap-hadapan.

Keempat candi utama di dalam kompleks candi ini diperkirakan dibangun dalam masa yang berbeda-beda. Hal ini dapat simpulkan berdasarkan perbedaan bentuk dan ornamen-ornamen yang terdapat pada masing-masing bangunan candi.

Candi Arjuna Dieng Wonosobo

Diduga bangunan Candi Arjuna-lah yang pertama kali dibangun pada kompleks candi ini dan yang dibangun terakhir kali adalah bangunan Candi Sembrada.

Arsitektur bangunan yang dimiliki Candi Arjuna terkesan kental dengan arsitektur candi-candi yang ada di India. Sedangkan, arsitektur pada bangunan Candi Sembrada terlihat sudah banyak mendapatkan pengaruh budaya lokal Jawa Kuno yang kuat.

Salah satu ciri tersebut dapat terlihat dari bentuk relung yang ada pada setiap bangunan candi. Relung yang terdapat pada candi-candi bergaya arsitektur India bentuknya menjorok ke dalam, sedangkan relung pada candi yang sudah mendapat pengaruh dari kebudayaan Jawa Kuno justru terlihat menjorok ke luar.

Meskipun keempat candi utama memiliki gaya arsitektur yang berbeda, namun secara garis besar keempat candi ini memiliki ornamen-ornamen yang sama. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Pada setiap candi memiliki penil, yaitu ornamen pada bagian pegangan tangga.
  • Pada ambang atas pintu candi terdapat hiasan wajah raksasa tanpa rahang bawah yang disebut Kala.
  • Pada setiap sisi pintu terdapat Makara yang konon dapat mengusir segala kejahatan.
  • Adanya Jalatmara, saluran air yang mengalirkan air dari bagian dalam candi ke salah satu sisi candi.
  • Pada bagian atas candi terdapat Istadewata yang konon dipercayai sebagai tempat masuknya para dewa.
  • Antefik, yaitu ornamen yang menghiasi bagian ujung setiap sisi candi.
  • Diksa, yaitu jalur yang digunakan untuk mengelilingi candi sebelum umat memasuki ruangan dalam candi.

Ketiga bangunan candi merupakan candi yang dibangun untuk menyembah Dewa Siwa dan sebuah candi lainnya merupakan candi yang dibangun sebagai tempat untuk menyembah Trimurti (tiga dewa), yaitu Dewa Siwa, Dewa Brahma, dan Dewa Wisnu.

Ketiga candi yang bersifat Siwa tersebut adalah Candi Arjuna, Candi Puntadewa, dan Candi Sembrada. Sementara Candi Trimurti adalah Candi Srikandi. Secara rinci gambaran arsitektur kelima bangunan candi yang berada pada kompleks Candi Arjuna adalah sebagai berikut:

Candi Arjuna

Bangunan candi ini merupakan candi utama di dalam kompleks ini. Kuat dugaan candi ini adalah candi tertua di atas dataran pulau Jawa yang diperkirakan didirikan pada abad ke-8 masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Kerjaaan Mataram Kuno.

Di dekat bangunan candi ini pernah ditemukan sebuah prasasti yang berangka tahun 731 Saka (809 Masehi), prasasti ini menjadi sebuah petunjuk kapan candi ini dibangun.

Bangunan candi ini memiliki luas 36 meter persegi dan bangunan ini menghadap ke arah barat. Berdiri di atas sebuah batur setinggi satu meter. Pada sisi barat candi terdapat sebuah pintu masuk menuju ruangan dalam candi yang dilengkapi dengan bilik penampil yang bentuknya menjorok keluar tubuh candi dan pada ambang atas pintunya terdapat hiasan Kalamakara. Bangunan candi ini memiliki atap dengan bentuk berjenjang dan terdapat beberapa menara kecil pada setiap sudutnya.

Dari keempat candi utama pada kompleks candi ini hanya bangunan candi Arjuna saja yang memiliki candi sarana/ perwara yang dinamakan Candi Semar.

Candi Semar

Candi Semar merupakan candi pendamping/candi perwara/candi sarana dari bangunan Candi Arjuna. Konon, dahulu candi ini digunakan sebagai gudang penyimpanan senjata dan perlengkapan pemujaan.

Candi Semar Dieng

Candi Semar memiki batur setinggi 0,5 meter. Dinding pada bangunan candi ini memiliki lubang ventilasi. Atapnya memiliki bentuk limasan, tetapi puncak atap bangunan ini sudah hilang.

Candi Srikandi

Candi ini didirikan sebagai penyembahan terhadap Trimurti (tiga dewa), yaitu Dewa Siwa, Dewa Brahma, dan Dewa wisnu. Pada dinding utara candi ini terdapat pahatan yang menggambarkan sosok Dewa Wisnu.

Candi Srikandi Dieng

Dinding sisi timur menggambarkan sosok Dewa Siwa dan Dinding sisi selatan menggambarkan sosok Dewa Brahma. Bangunan Candi ini sudah tidak terlihat bagaimana bentuk aslinya, karena atapnya sudah rusak.

Candi Puntadewa

Candi Puntadewa Dieng

Bangunan candi ini nampak lebih tinggi dibanding dengan bangunan candi lainnya. Hal ini disebabkan candi ini memiliki batur yang lebih tinggi, yaitu sekitar 2,5 meter. Memiliki arsitektur bangunan yang hampir sama dengan bangunan Candi Sembadra, namun atap candi ini sudah hancur.

Candi Sembadra

Sepintas arsitektur bangunan candi ini nampak seperti tingkat dua. Memiliki batur dengan ketinggian 0,5 meter. Sayang, puncak atap candi ini sudah hancur.

Candi Sembadra Dieng

Pada saat ini, ruangan pada setiap bangunan candi di dalam kompleks Candi Arjuna ini terlihat kosong tanpa satupun arca yang ada di sana dan hanya tersisa tempat di mana arca diletakkan.

Sebagian besar arca-arca tersebut telah disimpan dan diamankan di Museum Kailasa yang terletak dekat dengan lokasi kompleks candi ini, namun sebagian arca lainnya telah hilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *