Sejarah Candi Borobudur

Sejarah Candi Borobudur Berdasarkan Legenda

Candi Borobudur terletak di Desa Mungkid kurang lebih 15 km di sebelah selatan Gunung Tidar. Konon Gunung Tidar merupakan pecahan Gunung Mahameru di India yang dibawa oleh para dewa untuk memaku Pulau Jawa yang masih terombang ambing di tengah lautan. Tujuannya agar dapat dihuni oleh manusia.

Dalam legenda, Gunung Tidar terkenal sebagai Paku Pulau Jawa. Daerah di sekitar Paku Pulau Jawa dikenal dengan sebutan “Dataran Kedu”. Karena tanahnya yang subur dan penduduknya yang rajin bekerja, menjadikan daerah ini disebut sebagai “Taman Pulau Jawa” di situlah dimulainya sejarah Candi Borobudur didirikan oleh raja-raja Dinasti Syailendra.

legenda candi borobudur

Taman Pulau Jawa tempat Candi ini berdiri dikelilingi oleh gunung dan pegunungan. Di sebelah timur dipagari oleh Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Di sebelah barat laut oleh Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Sementara di bagian utara dan selatan dipagari oleh rangkaian Gunung Tidar dan Pegunungan Menoreh.

Puncak Pegunungan Menoreh jika dilihat dari Candi Borobudur, bentuknya menyerupai seseorang yang sedang tidur terlentang di atas pegunungan. Menurut legenda, seseorang tersebut adalah Sang Gunadharma, seorang yang dipercaya sebagai arsitek yang menciptakan Candi Borobudur. Ia tidur abadi untuk menjaga Candi ini.

Sejarah Candi Borobudur Berdasarkan Pendiriannya

Tidak jauh dari lokasi Candi Buddha ini mengalir dua sungai besar yaitu Kali Progo dan Kali Elo. Kedua sungai besar itu mengalir hampir sejajar dari utara ke selatan dan tertahan oleh lereng-lereng Pegunungan Menoreh, kemudian menjadi satu dan mengalir ke Laut Selatan sebagai Kali Progo.

Konon, dari sungai-sungai itulah diperoleh batu batu sebagai bahan utama pembuatan candi. Menurut sejarah Candi Borobudur dibangun dari batuan Kali Progo dan Kali Elo yang jumlahnya tidak kurang dari 55.000 meter kubik.

kisah candi borobudur

Zaman dahulu, daerah sekitar pertemuan Kali Progo dan Kali Elo menjadi tempat suci bagi pemeluk agama hindu dan Buddha. Hal itu terbukti dengan banyaknya candi yang ditemukan di daerah ini. Sisa-sisa Candi Buddha adalah Candi Ngawen, Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Borobudur.

Bangunan bersejarah Candi Borobudur dibangun di atas sebuah bukit alam memanjang dari timur ke barat. Punggung bukit diratakan menjadi dataran tinggi dan dipuncak itulah tempat untuk mendirikan candi. Sedangkan tanah datar yang membentang di sebelah barat diperuntukan sebagai tempat membangun biara.

Dataran tinggi yang menjadi halaman candi, terletak 15 meter lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Sedangkan, puncak candi menjulang 19 meter di atas halaman candi. Candi borobudur dibangun mengitari dan melingkupi puncak bukit tersebut.

Kerajaan Mataram Kuno Cikal Bakal Sejarah Candi Borobudur

Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan sudah berdiri sejak awal abad ke-8. Pada awal berdirinya, Kerajaan Mataram Kuno berpusat di Jawa tengah dan kemudian pada abad ke-10 pusat kerajaan ini berpindah ke daerah Jawa Timur.

candi borobudur magelang

Sebagai sebuah kerajaan yang pernah jaya pada masanya, Kerajaan Mataram Kuno memiliki beberapa peninggalan yang sekaligus menjadi bukti dari kejayaannya. Candi Borobudur menjadi bukti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno termegah yang memiliki latar belakang agama Buddha. Sejarah Candi Borobudur mulai ditorehkan pada masa kejayaan Dinasti Syailendra.

Sejarah Candi Borobudur harus terkubur dengan bencana yang melanda kawasan candi tersebut, yaitu ketika Gunung Merapi di Magelang meletus. Sesuai dengan landasan kosmologi yang berlaku waktu itu, bahwa jika sebuah kerajaan hancur oleh suatu bencana alam, maka harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula.

Sehingga terjadilah perpindahan wilayah Kerajaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur tanpa sebuah penaklukan terhadap daerah manapun. Karena kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno telah meluas hingga Jawa Timur, terutama pada masa Dyah Balitung.

Sejarah Penemuan Candi Borobudur

Semenjak perpindahan kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, karena bencana meletusnya Gunung Merapi. Sejarah Candi Borobudur pun seolah tertelan bumi. Selama berabad-abad Candi ini terkubur di dalam tanah dan semak belukar dan benar-benar dilupakan orang.

Namun, pada abad XVIII Candi Borobudur kembali diingat. Berkat peran besar Sir Thomas Stamford Raffles, seorang Gubernur Inggris yang menjadi wali negara di Indonesia ketika Indonesia dikuasai Inggris (1811-1816) sejarah Candi Borobudur mulai digali.

Raffles memiliki minat yang sangat besar terhadap sejarah Pulau Jawa. Ia pun mengadakan perjalanan ke berbagai daerah sambil mengumpulkan berbagai keterangan mengenai sejarah Pulau Jawa dari pejabat-pejabat yang ia ditemui.

Hasil dari perjalanan itu kemudian ia bukukan dalam sebuah karyanya yang berjudul “History of Java”, yang diterbitkan pada tahun 1817. Dengan terbitnya buku ini, candi bersejarah ini pun mulai dikenal oleh masyarakat luas.

Usia dan Nama Candi Borobudur

Beberapa bukti mengenai sejarah candi Borobudur telah ditemukan oleh para ahli untuk menentukan usia atau masa pendirian Candi Borobudur. Berdasarkan tulisan-tulisan singkat berbahasa Sansekerta dan berhuruf Kawi yang dipahat di atas relief kaki candi, para ahli berpendapat bahwa Candi Borobudur didirikan sekitar tahun 800 Masehi.

cerita candi borobudur

Relief pada kaki Candi Borobudur diambil dari Kitab Karmawibhangga. Di atas ini terdapat goresan-goresan huruf Kawi yang digunakan untuk memperkirakan masa pendirian Candi Borobudur. Pendapat para ahli ini ternyata sesuai benar dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan sejarah Jawa tengah pada khususnya.

Periode antara pertengahan abad IX dikenal sebagai zaman Keemasan Dinasti Syailendra. Zaman ini ditandai dengan banyaknya candi candi yang dibangun. Rakai Panangkaran adalah raja yang berperan besar dalam pembangunan Candi Borobudur. Rakai Panangkaran merupakan raja kedua dari Dinasti Sanjaya yang berganti memeluk agama Buddha dan meneruskan kejayaannya di Dinasti Syailendra sebagai pengikut Sang Buddha yang setia.

Menurut Casparis seorang ahli sejarah Candi Borobudur berasal dari kata “Bhumi Sambhara Budhara”. Nama ini adalah nama sebuah kuil yang disebut dalam Prasasti Sri Kahulunan (824 masehi). Casparis menyamakan kuil atau biara yang disebut dalam Prasasti Sri Kahulunan dengan Candi Borobudur.

Namun, ahli lain Poerbatjaraka dan Stutterheim, berpendapat Borobudur berasal dari gabungan kata-kata “Boro” dan “Budur”. Boro berasal dari bahasa Sansekerta “Vihara” yang berarti kompleks candi (bihara) atau asrama. Sedangkan, “Budur” dalam bahasa Bali sama dengan “Beduhur” yang berarti atas. Jadi, nama Borobudur berarti asrama atau bihara (kompleks candi) yang terletak di atas bukit.

Konservasi Candi Borobudur

Seperti halnya Pemerintah Inggris, Pemerintah Belanda pun ketika berkuasa di Indonesia ikut tergerak untuk menyelamatkan Borobudur. Pemerintah Belanda menugaskan Wilsen, Brumund, dan Leemans untuk mengadakan penelitian dan usaha-usaha penyelamatan candi ini.

Hasil kerja keras mereka didokumentasikan dalam bahasa Belanda pada tahun 1873, setahun kemudian diterjemahkan dalam bahasa Perancis. Bangunan dan sejarah Candi Borobudur semakin dikenal dunia dan mendapat perhatian serius.

candi borobudur

Pemerintah Belanda memberikan dana awal sebesar 48.000 gulden untuk menyelamatkan candi ini secara fisik. Untuk melaksanakan pekerjaan itu ditunjuklah Van Erp, seorang perwira zeni tentara Belanda yang sangat besar cintanya pada dunia purbakala. Van Erf mulai memugar candi Borobudur pada bulan Agustus 1907 Masehi.

Usaha Van Erp selain bertujuan untuk menyelamatkan Candi dari keruntuhan, juga untuk mengembalikan candi ke wujud aslinya. Pekerjaan Van Erp selesai pada tahun 1911 dan hasilnya membuat takjub siapapun yang melihatnya. Candi Borobudur yang semula nyaris runtuh dan dilupakan orang menjelma menjadi sebuah bangunan yang megah seperti pada zaman raja-raja Dinasti Syailendra.

Namun, sayang hasil kerja keras Van Erp hanya dapat bertahan beberapa puluh tahun. Setelah lima puluh tahun, Candi Borobudur diambang bahaya. Dinding-dinding candi banyak yang miring dan melesak. Akhirnya, Pemerintah Indonesia tergerak untuk menyelamatkan candi Buddha termegah ini agar dapat bertahan 1000 tahun.

Penyelamatan Candi secara besar-besaran dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia sejak 10 agustus 1973 dengan rencana dana sebesar US$ 7,750,000. Pemerintah Indonesia menyediakan US$ 2,750,000 dan UNESCO menyediakan dana US$ 5,000,000.

Ketika pemugaran selesai pada 23 Februari 1983, ternyata biaya yang digunakan sebesar US$ 16,500,000. Hasilnya adalah Candi Borobudur yang megah yang dapat kita lihat sekarang ini, semua usaha ini dilakukan dengan tujuan supaya generasi mendatang dapat menyaksikan kemegahan candi beserta sejarah Candi Borobudur itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *