Candi Borobudur

Sejarah Berdirinya Candi Borobudur

Indonesia termasuk negara yang memiliki banyak sekali koleksi candi yang tersebar hampir di seluruh pulau Jawa. Namun, dari sekian banyak candi itu, tampaknya Candi Borobudur-lah yang merupakan candi terbesar di antara beberapa candi candi lainnya.

wisata candi borobudur

Di mana letak candi terbesar di Indonesia tersebut? Candi ini berada di kabupaten Magelang. Candi di Jawa Tengah ini menjadi sebuah objek wisata yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik domestik maupun asing. Selain itu, candi ini juga memiliki fungsi sebagai pusat ibadah bagi penganut agama Buddha di Indonesia, khususnya pada setiap perayaan Waisak.

Siapakah yang membangun dan kapan candi borobudur didirikan? Diperkirakan candi ini dibangun oleh para penganut Buddha, khususnya Buddha Mahayana. Candi yang menjulang tinggi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 atau sekitar tahun 800 Masehi.

Dari beberapa data-data sejarah yang berhasil dihimpun oleh para peneliti, candi boro budur juga diperkirakan sudah ada pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra dan dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra itu sendiri.

Mungkin masih ada pertanyaan mengenai situs candi ini peninggalan kerajaan apa? Tokoh yang dianggap berjasa dalam pembangunan berdirinya Candi yang dijadikan sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia ini adalah Raja Samaratungga, seorang raja yang berasal dari Wangsa atau dinasti Syailendra.

Melihat sedemikian megah dan besarnya candi ini, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kemungkinan Candi Borobudur didirikan pada tahun 824 Masehi dan baru selesai sekitar tahun 900-an Masehi. Situs candi megah ini didirikan oleh dinasti Syailendra, yang pada masa itu dinasti Syailendra dipegang oleh Ratu Pramodawardhani yang tidak lain adalah putri dari Raja Samaratungga.

candi borobudur saat sunrise

Selama berabad-abad lamanya candi ini tidak pernah lagi digunakan dan keberadaannya semakin terlupakan setelah terjadinya letusan gunung Merapi hingga membuat sebagian besar bangunan candi tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan yang tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad serta masuknya Islam ke Indonesia sekitar abad ke-15 membuat Candi Borobudur benar-benar terlupakan.

Sebuah prasasti yang berasal dari abad ke-9, yang pernah diteliti oleh Prof. dr. J.G. Casparis, menyingkapkan silsilah tiga Wangsa Syailendra yang berturut-turut memegang pemerintahan, yaitu Raja Indra, Samaratungga, dan Pramodawardhani.

Pada waktu Raja samaratungga berkuasa, candi ini mulai dibangun dan diberi nama Bhumi sam-Bharabudhara, yang dapat ditafsirkan sebagai bukit peningkatan kebijakan. Oleh karena penyesuaian pada bahasa Jawa, akhirnya Bhara Budhara menjadi Borobudur.

Seorang arsitek Prancis, Jacques Dumarcay, memperkirakan bahwa candi yang kini mendapatkan perlindungan dari UNESCO ini berdiri pada zaman keemasan Dinasti Syailendra, yaitu pada tahun 750-850 Masehi. Di samping mendirikan Candi Borobudur, dinasti Syailendra juga berhasil menjalankan kekaisaran Khmer di Kamboja yang pada saat itu merupakan kerajaan besar.

Lebih lanjut, Dumarcay memperkirakan bahwa Candi Borobudur dibangun dalam empat tahap sebagai berikut:

  1. Tahap pertama dibangun sekitar tahun 775 Masehi
  2. Tahap kedua sekitar 790 Masehi
  3. Tahap ketiga sekitar 810 Masehi
  4. Tahap keempat sekitar 835 Masehi

Setelah selesai dibangun, selama 150 tahun Candi ini berfungsi sebagai pusat ziarah megah bagi penganut Budha. Akan tetapi, seiring dengan runtuhnya Kerajaan Mataram sekitar tahun 930 Masehi, maka pusat kekuasaan dan kebudayaan dipindah ke Jawa Timur sehingga candi Borobudur pun terlupakan.

Arti Borobudur

Awalnya, candi ini tidak banyak diketahui namanya. Penamaan candi menjadi Candi Borobudur baru diketahui kemudian berdasarkan bukti tertulis pertama yang dilakukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur jendral Britania Raya di Jawa.

gambar candi borobudur

Raffles menuliskan bahwa tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Negara Kertagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di dalam kitab tersebut dituliskan bahwa Candi Borobudur digunakan sebagai tempat meditasi penganut agama Budha.

Menurut bahasa, asal kata Borobudur adalah dari bahasa Sansekerta, yaitu dari kata Bara “biara” dan beduhur “perbukitan atau tempat tinggi, sehingga dapat disimpulkan arti Candi Borobudur adalah biara di perbukitan.

Penemuan dan Pemugaran Candi Borobudur

Candi ini pertama kali ditemukan pada masa Inggris menduduki Indonesia pada tahun 1914. Pada saat itu, Sir Thomas Stamford raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumi Segoro daerah Magelang.

stupa candi borobudur

Karena minatnya yang begitu besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu masih berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Dengan penemuaan itu, kemudian Raffles mendapatkan penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan sejak itulah Candi ini mendapat perhatian dunia. Memasuki tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali dan pemugarannya berlangsung hingga pada masa penjajahan Belanda.

Pemugaran terhadap Candi Borobudur pertama kali dilakukan pada tahun 1907-1911 Masehi. Di bawah pimpinan Theodoor Van Erf. Pemugaran ini dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari terjadinya berbagai kerusakan yang lebih besar. Apalagi ada beberapa bagian bagian candi yang tampak miring dan sangat mengkhawatirkan waktu itu.

Awal penemuan kembali candi borobudur dan dibersihkan dengan mengerahkan sekitar 200 penduduk selama hampir dua bulan. Runtuhan-runtuhan batu yang memenuhi lorong disingkirkan dan ditimbun di sekitar candi, sedangkan tanah yang menimbunnya dibuang di lereng bukit.

Tahun1885, Ijzerman mengadakan penyelidikan dan mendapatkan bahwa di belakang batur kaki candi tedapat kaki candi lain yang ternyata dihiasi dengan pahatan-pahatan relief yang terkesan misteri. Relief kaki candi borobudur yang seperti sebuah misteri tersebut menggambarkan teks Karmawibangga.

Makna relief kaki tersebut melukiskan hal-hal yang baik dan buruk, masalah hukum sebab dan akibat bagi perbuatan manusia. Tahun 1890-1891, bagian relief kaki candi tersebut dibuka seluruhnya kemudian dimuat dalam foto oleh Cephas untuk dokumentasi tetapi kemudian ditutup kembali.

Gambaran Candi Borobudur

Luas bangunan situs candi yang terletak di kabupaten Magelang ini adalah sekitar 15.129 meter persegi yang tersusun dari 55.000 m3 batu dan terdiri dari 2 juta potongan batu-batuan yang semuanya diambil dari batu-batu sungai yang ada disekitar candi. Ukuran batu rata-rata 25cm x 10cm x 15cm, panjang potongan batu secara keseluruhan mencapai 500km dengan berat keseluruhan batu berkisar 1,3 juta ton.

letakcandi borobudur

Relief-reliefnya merupakan satu rangkaian cerita yang tersusun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jadi, kalau rangkaian relief itu dibentangkan, maka kurang lebih panjang relief seluruhnya mencapai 3 km.

Jumlah tingkatannya ada sepuluh, tingkatan 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkatan 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Sedangkan, tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk candi dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter.

Pada keempat sisi Candi Borobudur terdapat pintu gerbang dan tangga yang menghubungkan ke tingkatan yang berada di atasnya. Posisi ini jelas mirip seperti sebuah piramida. Menariknya, setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat dan sepertinya disambung hanya berdasarkan pada pola-pola tertentu dan kemudian ditumpuk begitu saja.

Misteri yang masih menjadi tanda tanya banyak orang sampai saat ini adalah bagaimana batu-batu raksasa itu dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola yang mirip seperti permainan lego dan semuanya dilakukan tanpa menggunakan perekat atau semen.

Selain itu, Candi Borobudur juga memiliki banyak sekali relief di dinding-dindingnya yang sepertinya relief ini mulai dibuat setelah batu-batu selesai ditumpuk dan disambung. Di dalamnya diperkirakan terdapat sekitar 2670 relief candi yang berbeda bentuknya.

sejarah candi borobudur

Namun, ada juga yang mengatakan terdapat sekitar 1460 relief. Relief-relief ini bukan sekedar gambar biasa, melainkan mengandung arti atau pesan yang bisa dibaca dengan teknik pembacaan mengikuti arah putaran jarum jam.

Candi Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi candi lain. Di dalamnya hanya ada lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong itu dibatasi oleh dinding yang mengelilingi candi tingkatan demi tingkatan. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi borobudur ke arah kanan.

Bentuk bangunan candi tanpa ruangan dan struktur bertingkatan ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa pra-sejarah Indonesia.

Selain memiliki banyak relief, candi ini juga memiliki banyak sekali patung-patung yang semuanya merupakan patung Buddha. Jika dilihat sekilas patung-patung itu nampak sama antara satu dan lainnya, namun sesungguhnya ada perbedaan yang jelas diantara patung-patung tersebut dan hal tersebut mengandung makna tersendiri. Di dalam situs candi ini, diperkirakan terdapat sedikitnya 504 buah patung yang menempati hampir di seluruh bangunan Candi Borobudur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *